Begitu
mudahkah sayang?
Kau
pergi meninggalkanku
Dengan
permasalahan yang seharusnya bisa kita selesaikan..
Kau
melangkah jauh pergi..
Dan aku
masih dibelakang menatapmu berharap
Kau
kembali memelukku..
Sayang, cinta ku tak bisa
membuatmu memperjuangkanku
Sayang, janji mu tak bisa
mengingatkanmu untuk tetap bersamaku
Sayang, kenangan kita tak bisa
meluluhkan ego mu..
Sayang, semua janji mu palsu..
Berselang
beberapa waktu..
Ternyata
kau sudah memeluk yang lain
Berselang
beberapa waktu..
Ternyata
kau sudah mencintai yang lain..
Begitu
mudahkah sayang?
Begitu
mudahkah melepas pelukanku?
Begitu
mudahkah membuang kenangan itu?
Begitu
mudahkah menghancurkan impian yang pernah kita bangun bersama?
Salahkah bila aku mencintaimu
seperti bintang yang bersinar disana?
Salahkah bila aku menyayangimu
seperti duri yang melindungi mawarnya?
Salahkah aku memperjuangkan
cinta itu?
Ini
salahku...
Sesakit
ini kah?
Lebih
dari berjuta-juta detik waktu yang kita lewati bersama
Lebih
dari berjuta-juta kata yang kita ucapkan bersama
Dan
semua dalam hitungan detik saja menghilang
Dan
semua dalam satu kata saja hancur
Jauh, kau dan aku semakin jauh
Jauh, cinta yang dulu semakin
jauh
Haruskah
aku berjuang sendiri untuk cinta kita?
Haruskah
aku merasakan sakit ini untuk cinta kita?
Haruskah
kau meninggalkan semua cinta kita?
Haruskah
kau menghancurkan semua cinta kita?
Sesakit
ini kah mencintaimu?
Sesakit
ini kah melepaskan mu?
Tidak. Aku tidak begitu kuat untuk semua ini sendirian
Ya. Aku begitu bodoh memperjuangkan cinta ini sendirian..
Dia
Temanku
Saat
kecil kita pernah tertawa bersama
Berlari,
menangis, lalu tertawa
Kau
temanku
Sudah
lama aku mengenal mu dan menyayangimu seperti adikku sendiri
Di saat
sekarang
Di saat
kita sudah sama-sama dewasa
Sama-sama
merasakan apa yang dinamakan kata cinta
Ternyata
kau menghianati ku
Kau
menusuk ku dari belakang
Membuat
butiran – butiran air mata yang dulu karena kebahagiaan antara kau dan aku
Sekarang
menjadi kebahagiaan mu sendiri yang begitu senangnya menghianatiku
ku kira
kau punya hati
punya
rasa punya kasih
tapi
ternyata mereka lebih membuat mu bahagia
lebih
membuat mu tertawa
kau membiarkanku menangis
kau membiarkan aku bersedih
meratapi sakitnya hati
Kau temanku,
Yang sudah aku percayai yang
sudah aku sayangi layaknya adikku sendiri
Kau jahat
Terlalu jahat untuk yang selalu
ku sebut TEMAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar