Jumat, 30 Januari 2015

Puisi Patah Hati


Begitu mudahkah sayang?
Kau pergi meninggalkanku
Dengan permasalahan yang seharusnya bisa kita selesaikan..
Kau melangkah jauh pergi..
Dan aku masih dibelakang menatapmu berharap
Kau kembali memelukku..
                Sayang, cinta ku tak bisa membuatmu memperjuangkanku
                Sayang, janji mu tak bisa mengingatkanmu untuk tetap bersamaku
                Sayang, kenangan kita tak bisa meluluhkan ego mu..
                Sayang, semua janji mu palsu..
Berselang beberapa waktu..
Ternyata kau sudah memeluk yang lain
Berselang beberapa waktu..
Ternyata kau sudah mencintai yang lain..
Begitu mudahkah sayang?
Begitu mudahkah melepas pelukanku?
Begitu mudahkah membuang kenangan itu?
Begitu mudahkah menghancurkan impian yang pernah kita bangun bersama?
                Salahkah bila aku mencintaimu seperti bintang yang bersinar disana?
                Salahkah bila aku menyayangimu seperti duri yang melindungi mawarnya?
                Salahkah aku memperjuangkan cinta itu?
                Ini salahku...                                            




Sesakit ini kah?
Lebih dari berjuta-juta detik waktu yang kita lewati bersama
Lebih dari berjuta-juta kata yang kita ucapkan bersama
Dan semua dalam hitungan detik saja menghilang
Dan semua dalam satu kata saja hancur
                Jauh, kau dan aku semakin jauh
                Jauh, cinta yang dulu semakin jauh
Haruskah aku berjuang sendiri untuk cinta kita?
Haruskah aku merasakan sakit ini untuk cinta kita?
Haruskah kau meninggalkan semua cinta kita?
Haruskah kau menghancurkan semua cinta kita?
Sesakit ini kah mencintaimu?
Sesakit ini kah melepaskan mu?
Tidak. Aku tidak begitu kuat untuk semua ini sendirian
Ya. Aku begitu bodoh memperjuangkan cinta ini sendirian..

Dia Temanku
Saat kecil kita pernah tertawa bersama
Berlari, menangis, lalu tertawa
Kau temanku
Sudah lama aku mengenal mu dan menyayangimu seperti adikku sendiri
Di saat sekarang
Di saat kita sudah sama-sama dewasa
Sama-sama merasakan apa yang dinamakan kata cinta
Ternyata kau menghianati ku
Kau menusuk ku dari belakang
Membuat butiran – butiran air mata yang dulu karena kebahagiaan antara kau dan aku
Sekarang menjadi kebahagiaan mu sendiri yang begitu senangnya menghianatiku
ku kira kau punya hati
punya rasa punya kasih
tapi ternyata mereka lebih membuat mu bahagia
lebih membuat mu tertawa
                kau membiarkanku menangis
                kau membiarkan aku bersedih meratapi sakitnya hati
                Kau temanku,
                Yang sudah aku percayai yang sudah aku sayangi layaknya adikku sendiri
                Kau jahat
                Terlalu jahat untuk yang selalu ku sebut TEMAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar